Grading nasional kemaren di JJS rasanya lamaaa, panjaaaang dan sepertinya standar kelulusan sekarang lebih susah. Dari sekitar 30an peserta non-bogu, yang naik tingkat menjadi 3-Kyu kayaknya bisa di hitung jari... dengan satu tangan pula.
Jadi total bogu group & non-bogu group ada sekitar 40 peserta dari Indonesia & Japanese member di Jakarta dan daerah-daerah lain. Penilai ada 5 sensei oleh Jakarta Kenyukai. Shimomura-sensei (7-Dan Kyoshi), Aono-sensei (6-Dan Renshi), Iyoda-sensei (6-Dan Renshi), Kasai-sensei (6-Dan Renshi) & Morisaki-sensei (6-Dan Renshi).
Setelah semua siap, grading dimulai jam 9.45. Saya enggak ikut ujian jadi datang untuk bantu aja administrasi JKA & motodachi untuk non-bogu. Rencananya kemaren saya mau ijin karena jam 11 ada acara di tempat lain... Tapiii ternyata nggak bisa kemana-mana, grading sampai jam 12 aja baru selesai group yang Bogu above Shodan (-__-') ... Setelah itupun masih ada jigeiko. Jadi saya stay. Udah terlanjur terlambat juga buat pergi.
Waktu jigeiko kaki saya rasanya berat sekali. Shinai pun rasanya tidak pas ditangan. Kenapa ya... kenapa yaaa??
Catatan dari team penilai untuk semua peserta ujian adalah untuk memperbanyak jumlah kihon keiko. Tidak hanya di dojo saja. Disiplin dalam latihan juga harus terus ditanam serta sikap (etika) yang benar dalam Kendo.
Koreksi untuk saya dari latihan hari ini, posisi tangan pada saat Men-uchi. Gerakan kaki, Kamae dan Seme.
Saya dan beberapa anggota lainnya yang memulai Kendo pada umur 20an (tidak seperti kebanyakan Sensei dan orang Jepang pada umumnya yang sudah mulai berlatih sejak masih kecil) diingatkan bahwa untuk terus berlatih lebih keras dan tekun lagi dikarenakan kondisi tersebut. Badan akan mengikuti kebiasaan yang dilakukan apakah itu baik atau buruk. Badan yang sudah kaku terbentuk di usia kemudian hari akan sangat sulit diperbaiki. Jadi kita harus berlatih lebih keras dengan benar dan dengan frekuensi sesering mungkin untuk menghindari “terperangkap” pada kebiasaan yang buruk. Itu juga salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan Kendo.
Selamat untuk Fadly (JKA) dan Leo (Yogyakarta) atas Nidan-nya … untuk yang lainnya tetap semagat yaa!
And look what I got … souvenir lucu yaa, judulnya “Aku dan si Gajah” ^_^
2 comments:
waduh...gimana saya yang baru mau mulai sekarang yah?! yang udah lama banget pensiun jadi abg...
@ rizal, hahaha nggak apa-apa banget pak... serius deh beneran jangan terintimasi ^_^
kalo sekarang badan pak rizal masih kaku ya udah pasti karena belum pernah dilatih kendo sama sekali :) kalau nanti sudah mulai rutin tentu badan akan membiasakan sendiri... sama kayak semua jenis olahraga lainnya, misal belajar sepeda pun awalnya otot betis pahak punggung akan pegel dan sakit, tapi setelah 4x akan terbiasa.
kita ada banyak koq member yang baru mulai latihan waktu mereka berumur 30thn, 40th dan seterusnya dan sejauh ini mereka semua bagus dan nggak ada masalah dan nggak kalah sama yang remaja.
karena menurut saya ya itu, balik lagi apakah kita mau latihan atau tidak aja. kunci semuanya kembali ke latihan :)
Post a Comment